BINTANG ada, BINTANG hadir, BINTANG mendengarkan

Wednesday, February 21, 2018

BEACH CLEAN UP TO CARE WITH SEASOLDIER

Inilah Kami "Tim Sumbu Pendek" - Kata Kak Dinni
Fakta mengenai sampah sudah menjadi permasalahan klasik yang cukup meresahkan. Bahkan sudah bukan hal tabu lagi, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua didunia. DI DUNIA LOH! Padahal banyak yang bilang, Indonesia tuh layaknya surga yang turun ke bumi, karena keindahan alam yang dimilikinya. Siapa sangka dibalik semua keindahan itu, ada segunung permasalahan yang tersimpan, yaitu Sampah. Ironis

Berbicara mengenai bencana yang terjadi karena sampah, sepertinya tak usah didiktekan lagi. Bukti nyata sudah sangat sering kita lihat bahkan kita alami sendiri. Kejadian 13 tahun lalu yang terjadi di TPA di Leuwigajah Jawa Barat, tepatnya tanggal 21 Februari 2005 yang menelan ratusan korban jiwa bahkan menghilangkan 2 kampung adat dari peta rasanya sudah cukup jadi tamparan berat untuk kita semua untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Sejak kejadian tersebut, diperingatilah tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional dan Indonesia ditargetkan dapat bersih dari sampah pada tahun 2020.
Papan Himbauan Ini Dibuat Bukan Untuk Spot Foto Tapi Untuk DiResapi Maknanya
Namun bukti nyata apa yang telah kita sumbangkan untuk mengurangi permasalahan sampah yang telah terjadi di negeri ini. Atau tanggal 21 Februari selalu terlewati dengan hanya sekedar seremonial belaka? Atau mungkin hanya dengan teriak di postingan social media Selamat Hari Peduli Sampah Nasional ya gaesss, tanpa benar-benar melakukan sebuah aksi nyata? Orang teriak, kita pun ikut teriak tanpa memaknai lebih dalam arti Hari Peduli Sampah Nasional itu sendiri. Cukup dijawab didalam hati masing-masing saja.

Nah..Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Serta sebagai pengingat dua tahun menuju target “Indonesia Bebas Sampah 2020”, #SEASOLDIER turut andil menyumbangkan aksi nyata berupa kegiatan bersih-bersih sampah yang berlokasi di Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten.

Singkat mengenai #SEASOLDIER, #SEASOLDIER adalah adalah sebuah aksi peduli lingkungan dan penyelamat lingkungan yang memiliki komitmen untuk berani menyebarkan virus ramah lingkungan yang digagas oleh Nadine Chandrawinata, seorang aktris cantik dan puteri Indonesia tahun 2005. Sebuah langkah nyata dalam menjaga dan menyebarluaskan kepada masyarakat tentang apa yang dapat dilakukan dalam rutinitas sehari-hari sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang positif. #SEASOLDIER bukan komunitas, tetapi aksi diri.

Kalau mau liat postingan saya yang lain mengenai aksi #SEASOLDIER, sok mangga klik dimari. Atau bisa langsung kepoin Instagramnya @seasoldier_ kalau mau tau lebih detail.
Co Fouder #SEASOLDIER - Dinni Septianingrum
“Beach Clean Up To Care” sebuah tema yang diusung #SEASOLDIER dalam kegiatan yang dilakukan pada Minggu, 18 Februari kemaren dengan melibatkan beberapa rekan-rekan volunteer dari PMI Se-Kecamatan Teluk Naga, peserta dari berbagai komunitas salah satunya dari KeMangteer Jakarta, dan teman-teman yang bukan dari komunitas manapun tapi memiliki rasa tanggung jawab besar untuk berkontribusi dalam penyebaran virus ramah lingkungan, serta teman-teman dari #SEASOLDIER Jakarta.

Serangkaian kegiatan, mulai dari pengenalan masing-masing peserta, pembersihan area pantai dibawah terik matahari menyengat, pemberian materi mengenai Sampah Organik & NonOrganik yang dibawakan oleh Kak Didie Diah selaku Narasumber, penyerahan donasi berupa tempat sampah dari #SEASOLDIER ke pihak pengelola Pantai Tanjung Pasir, sharing session dengan peserta sekaligus pemberian doorprize dari sponsor @amiraadventure , @tiraripa , @reispirasi , @littlefairness dan @prasanthihotels, makan siang bersama, dan terakhir diabadikan dengan foto bersama volunteer, peserta dan panitia.
Pembukaan Oleh Ketua - Wawan Muliawan
Sambutan Dari PMI Teluk Naga - Mas Fajar
Kami dari #SEASOLDIER mengharapkan dengan adanya kegiatan “Beach Clean Up To Care” dapat menciptakan kondisi pantai yang lebih bersih dari sebelumnya. Dengan tempat sampah yang didonasikan oleh #SEASOLDIER juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masayarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan kondisi pantai yang jauh lebih bersih dari sampah, maka akan tercipta suasana yang nyaman dan tentunya Pantai Tanjung Pasir bisa menjadi Pantai yang ramai akan wisatawan.
Bersih-Bersih Pantai
Berkarung-Karung Sampah Hasil Bersih-Bersih Pantai

Para Panitia Dari Yang Sok Sibuk Ampe Yang Sibuk Beneran :))))))
Wujud Tempat Sampah Donasi
Namun tak selamanya harus menunggu tanggal 21 Februari dulu, baru akan melakukan aksi. Karena untuk saya pribadi setiap hari bisa kita jadikan sebagai Hari Peduli Sampah, setiap hari kita harus peduli terhadap lingkungan, setiap hari kita harus punya target “Sudahkah Saya Menyebar Virus Ramah Lingkungan Hari Ini”. SETIAP HARI!!
Jadi Siapkah Anda Untuk Memulai Kebiasaan Baru?
Tulisan saya yang sebetulnya masih jauh dari sempurna ini, saya jadikan sebagai reminder untuk diri sendiri, bukan untuk memojokkan apalagi saling menuduh. Sudah bukan saatnya untuk  saling menyalahkan diatas permasalahan yang sudah terjadi. Tindak lanjutnya adalah bagaimana saling mencari pemecah solusi terhadap masalah sampah yang jika berlanjut mungkin akan menjadi pembunuh manusia dikemudian hari.

SELASA, 21 FEBRUARI 2018.. SELAMAT HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL!
Volunteer, Peserta, dan Panitia Beach Clean Up To Care #brani
INI AKSIKU!!


MANA AKSIMU!!

Read More

Saturday, November 11, 2017

SURABAYA, KOTA DENGAN SEJUTA JEJAK SEJARAH KEPAHLAWANAN

Dari sederet jejak sejarah yang tersimpan, sah-sah saja jika kota Surabaya dijuluki dengan sebutan Kota Pahlawan. Jejak sejarah yang dimiliki kota dengan lambang ikan sura/suro (ikan hiu) dan baya/boyo (buaya) membuat kota ini menjadi list wajib explore. Nama Surabaya dikenal masyarakat melalui cerita mitosnya, dimana terjadi pertempuran antara ikan hiu dan buaya dan sekaligus menjadi ikon kota Surabaya. Untuk bisa menjajaki semua cerita sejarah di kota ini memang dibutuhkan beberapa hari, tak cukup jika weekend saja. Belum lagi banyak makanan enak dan murah akan menjadi pelengkap liburan. Tapi apa boleh dikata saya hanya punya waktu 1 hari untuk bisa berkeliling di kota ini, ditemani dengan guide yang beberapa kali membuat mobil jadi berjalan mundur.

Mobil jalan mundur? Kok iso? Yuk baca lagi yuk.

#Hari Pertama
Sebenarnya saya ke Surabaya kemudian lanjut ke Malang karena ingin menghadiri acara pernikahan temen seperjalanan saat ke Semeru dan Merbabu. Bayangin saya kenal mereka belum lama, kenalnya juga karena naik gunung bareng tapi kok sudah terasa begitu akrab. Sampai dibela-belakan datang dari Jakarta untuk hadir di pernikahan mereka. Nah itulah indahnya perjalanan dalam sebuah pendakian. Orang asing bisa jadi teman, teman bisa jadi sahabat, sahabat bisa jadi saudara.

Selain menghadiri acara pernikahan, tujuan lainnya tak lain adalah untuk saling bersilaturahim bahasa lainnya sih temu kangen. Paling ke tempat makan, ngobrol ngalor ngidul, ke tempat nikahan, wefie sama penganten, mampir ke tempat ole-ole hits artis, mampir ITS buat sholat isya, ke Tunjungan Plaza buat nonton Negeri Dongeng dan tidur.

Keesokan harinya pun belum ada rencana jelas mau kemana. Tapi sayang rasanya di Surabaya, jadwal penerbangan juga malam hari, masak iyya sih seharian cuman betelor di hotel doank gak kemana-mana.

#Hari Kedua
Diawali dengan kegiatan pengisian kampung tengah menu Bebek Sinjay. Ntaaap Soul *yak mari bersama-sama membaca doa makan*. Perut kenyang, hati senang, lanjut jalan. “jadi kita kemana Fiz?”. “kemana ya Gha, kamu mau kemana?” *lah ni anak malah nanya gue*. Oiya ini dia guide yang jadi penyebab mobil jadi jalan mundur di cerita  selanjutnya. Harusnya jalan-jalannya bertiga, Saya-Rahman-Hafiz. Tapi karena Rahman ada kepentingan yang mengharuskan untuk pulang lebih awal jadinya kami keliling Surabaya tanpa Rahman, tanpa juru kuncinya Surabaya, yang udah hafal Surabaya dari A sampai Z. *udah bisa ketebak kan kenapa mobilnya bisa jalan mudur*

Tanpa tujuan yang jelas, berbekal list segambreng tempat wisata yang jadi referensi dari Google akhirnya mobil berhenti di Monkasel (Monumen Kapal Selam)

1.  MONKASEL (MONUMEN KAPAL SELAM)
Melihat kapal selam di darat saya tiba-tiba teringat PLTDA Apung yang ada di Aceh. Tapi monument kapal selam ini berada di tengah kota bukan karena sebuah bencana seperti kejadian di Aceh tapi karena memang unsur kesengajaan. Monumen ini menjadi destinasi maritime yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Surabaya. Berlokasi di Jalan Pemuda, tepat di sisi Sungai Kalimas, menjadikan monumen ini sangat mudah dijangkau untuk para wisatawan. Biaya masuk juga tidak terlalu mahal, sangat cocok jika ingin mengajak putra putri untuk berwisata sekalian mengajarkan mereka mengenai sejarah.
Monumen Kapal Selam
Capt by Me
Saat memasuki area didalam kapal selam, anda akan disambut oleh pemandu yang menggunakan seragam pelayar putih biru dongker. Setelah baca-baca dan searching di Google, Kapal selam ini merupakan kapal selam asli milik TNI Angkatan Laut tipe Whiskey Class buatan Uni Soviet tahun 1952. Memiliki nama KRI Pasoepati dengan nomor lambung 410, panjang 76,6 meter, dan lebar 6,30 meter kapal selam ini resmi dimiliki Indonesia pada 29 Januari 1962. Menjadi bagian dalam pembebasan irian Barat menjadikan kapal selam ini memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. (Sumber info dari sini)
Capt by Me
Didalam kapal selam terdiri dari beberapa ruangan dengan kondisi ruangan yang cukup sempit dan sesak. Saya ama hafiz aja udah cukup buat menuhin tuh kapal selam *nggak nggak ini becanda* *kita gak segede itu kok*. Ruangan pertama saat memasuki kapal selam, wisatawan akan langsung bertemu dengan torpedo yang panjang dan gedenya naudzubillah. Dan diruangan-ruangan selanjutnya akan ditemui Ruang Kerja, Ruang Batere, Ruang Komandan, Ruang Mesin Listrik, Mesin Diesel, tempat tidur kru, Ruang Makan, panel-panel dan tuas sebagai peralatan dan perlengkapan kapal selam, serta periskop yang digunakan untuk mengintai kondisi diluar kapal selam.
Terpedo Segede Gaban
Capt by Me
Ruang Terpedo Haluan
Capt by Me
Capt by Me
Capt by Ahmad Taufiqul Hafizh
Selama menyusuri ruangan-ruangan didalam kapal selam, sesekali harus mnundukkan badan. Bahkan saat ingin berpindah dari ruangan satu ke ruangan yang lain, pengunjung harus melewati lubang kecil dan sepit yang hanya muat untuk satu orang, jadi tolong ya gak usah bergandengan saat melewati lubang ini *kok nyolot sih Gha*

Ruangan terakhir yaitu buritan. Ruangan yang terdapat peralatan dan perlengkapan peluncur rudal/torpedo yang bentuk dan panjangnya sama besarnya dengan ruangan di awal.
Denah Monkasel
Capt by Me

2.  HOUSE OF SAMPOERNA
Berpindah ke museum bersejarah lainnya, yakni Museum Sampoerna atau yang lebih dikenal dengan House Of Sampoerna. Terletak di kawasan Surabaya Lama, dekat dari Jembatan Merah salah satu tempat yang penuh dengan kisah heroik arek-arek Suroboyo ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia, harusnya tidak sulit untuk lokasi musem ini. Namun apa daya takdir berkata lain.

Setelah melihat google map dan memastikan arah jalan “oke Gha deket kok ini, tinggal lurus nanti kita belok kanan trus udah gak jauh dari” *ya kurang lebih seperti itu bunyi kalimatnya*. Ngeng ngeng mobil jalan terus dan berhenti, "kenapa berhenti fiz" liat peta lagi “wah kayaknya belok kanannya kelewat, tapi muter baliknya jauh yaudah kita MUNDUR AJA” NGAHAHAHAHAHAHA.

Gedung megah bergaya kolonial Belanda, dengan 4 pilar didepan yang bentuknya seperti batang rokok merupakan tempat produksi rokok pertama Sampoerna. Saat memasuki museum akan tercium bau cengkeh dan tembakau yang memenuhi ruangan. Di lantai pertama digunakan untuk memamerkan berbagai macam peralatan yang digunakan dalam pembuatan rokok, alat pemantik rokok, alat dan bahan meracik rokok, produk-produk rokok produksi Sampoerna, baik yang dipasarkan di Indonesia maupun di luar negeri.
House Of Sampoerna
Capt by Me
Pintu Masuk House Of Sampoerna
Capt by Me
Barang-barang milik pendiri PT Sampoerna yaitu Liem Seeng Tee dan istrinya, Siem Tjieng Nio, juga ikut dipamerkan bahkan ada replika warung yang bernuansa ndeso lengkap dengan toples makanan, dan buah-buahannya yang juga merupakan milik pendiri PT Sampoerna.
Replika Warung Milik Pendiri PT Sampoerna
Capt by Me
Capt by Me
Kemudian di depan replika warung, ada tembakau dari berbagai daerah dengan aroma yang berbeda-beda pula. Tembakau-tembakau ini adalah tembakau pilihan yang diolah jadi rokok keluaran Sampoerna. Di dinding ruangan depan terpajang foto-foto keluarga serta direksi PT HM Sampoerna dari masa ke masa.
Foto Para Direksi PT Sampoerna
Capt by Me
Si Mbaknya Lagi Foto Session
Capt by Me
Di ruangan kedua setelah ruang pertama pengunjung kembali menemukan replika warung bergaya tahun 90-an sampai awal 2000-an. Ayo yang lahir tahun 90an pasti tau model warungnya.
Bahan dan Peralatan Dalam Memproduksi Rokok
Capt by Me
Mesin Cetak Yang Sebenarnya Masih Bisa Difungsikan
Capt by Me

Produk-Produk Sampoerna
Capt by Me
Beranjak ke lantai dua. Dinding-dinding menuju lantai dua dipenuhi dengan foto-foto para pekerja parik yang rata-rata adalah kaum perempuan. Selain tempat penjualan souvenir dari lantai dua terlihat juga ruangan yang cukup besar yang dulunya digunakan untuk kegiatan pelinting rokok. Ruang terbsebut masih lengkap dengan peralatan dan dan kursi-kursinya (kurang pekerjanya aja sih). Mungkin dulu saat masih ada kegiatan pelinting rokok, pengunjung masih bisa melihat kegiatan tersebut. Di lantai dua ada peringatan untuk pengujung untuk tidak mengambil foto. Jadi tidak ada gambar yang bisa saya tampilkan. Mianhaeeeee oppaaa unniiii..
House Of Sampoerna Map
Capt by Ahmad Taufiqul Hafizh
Spot di Sebelah Museum Yang Sungguh Instagramable
Capt by Me

3.  MASJID MUHAMMAD CHENG HO
Waktu menunjukkan telah masuk waktu sholat ashar. Teringet salah satu tempat ibadah yang memiliki nilai sejarah di kota ini, Masjid Muhammad Cheng Ho. Oke kita kesana.

Masjid yang terletak di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya, tidak jauh dari Gedung Balaikota Surabaya terkenal dengan masjid bernuansa Muslim Tionghoa (kali kedua, terjadi atraksi mobil mundur karena belokannya lagi-lagi kelewatan)
*Rahman we really need you T_T*

Model dan bentuk masjid ini berbeda dengan masjid pada umumnya. Walaupun bangunan yang tidak terlalu besar, namun arsitektur bangunan yang bergaya etnik China menjadikan masjid ini sangat menarik.
Masjid Cheng Ho
Capt by Me
 Nama masjid ini adalah bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam. Beliau ke Indonesia bukan hanya untuk berdagang dan menjalin persahabatan, juga untuk menyebarkan agama Islam. Di sisi kanan masjid juga terdapat relief perjalanan Laksamana Cheng Ho bersama armada kapalnya yang digunakan untuk mengarungi Samudera Hindia.
Kalian juga bisa baca mengenai sejarah masjid ini di sini
Relief Perjalanan Laksamana Cheng Ho
Capt by Me
Capt by Me

Capt by Me

Capt by Me

Selepas sholat ashar, sejenak saya memandangi keseluruhan masjid. Memandangi ornamen-ornamen masjid. Tiba-tiba terlintas 1 kata di hati saya “PERDAMAIAN”.

Mengunjungi 3 tempat bersejarah, cukup membuat perut kembali lapar. Masih ada waktu sebelum jadwal penerbangan. Sisa waktu tersebut saya gunakan untuk berkuliner. Yuk lanjut..

4.  ES KRIM ZANGRANDI
Masih seputar tempat yang memiliki nilai sejarah. Kali ini kita mengunjungi tempat nongkrong yang tak lepas dari jejak sejarah. YA AMPUN… SEPERTINYA SAYA MULAI JATUH CINTA DENGAN KOTA INI. JATUH CINTA DENGAN NILAI SEJARAHNYA.

Sesuai informasi dari teman saya, Hafiz, Zangrandi ini menjadi salah satu tempat yang sering ramai pengunjung. Konsep yang diusung dari kedai es krim ini terlihat ala tempo doeloe. Bukan karena sengaja tapi karena kedai es krim ini memang sudah ada dari jaman Belanda. Terlihat dari motif lantai, model kursi, bahkan pilar-pilar ruangan yang masih menampilkan suasana kedai jadul khas Eropa.
Nutty Monkey & Bali Dream *enaknya sampai sendokan terakhir*
Capt by Me
 Selain es krim ada juga menu lain seperti pizza, pastel (kalau di Makassar namanya Jalangkote), kroket dan risoles. Tapi karena next nya kami masih mau kuliner lagi jadi kami hanya memesan ice cream.

5.  TAHU TELOR PAK JAYEN
Sebenarnya perut sudah kenyang tapi masih muat kok sebagai penutup jalan-jalan di Surabaya, Tahu Telor Pak Jayen. Ini karena saya yang sangat ingin makan petis di Surabaya. Yang awalnya saya menyangka bahwa petis itu adalah bumbu pecel, ternyata salah.
Juwaraaaaaaaaaaak !!
Capt by Me
 Cuman mau share 1 kata, eh 2 kata ding à ENAK BANGET 

Sebenarnya masih banyaaaaaaaak tempat-tempat yang bernilai sejarah yang bisa dikunjungi di Surabaya. Rasanya hampir semua tempat di kota ini bermakna sejarah. Ada Tugu Pahlawan, Monumen 10 November, Jembatan Merah, Hotel Yamato tempat terjadinya insiden perobekan bendera, dan banyak tempat bersejarah lainnya.

Penting untuk kita para muda mudi kembali belajar mengenai sejarah. Bukan dengan harus masuk kelas terus buka buku terus dengar guru berceloteh. Tapi bisa dengan membaca melalui internet atau kalau tidak terlalu minat bisa dengan mendatangi tempat-tempat bersejarah sembari berwisata. Kadang setelah mengunjungi tempat sejarah, ada niat untuk mencari tau lebih dalam mengenai tempat tersebut.

Dengan mempelajari sejarah, bukan hanya menghargai perjuangan para pahlawan terdahulu tapi menjadi peringatan ke diri sendiri untuk bisa lanjutkan perjuangan para beliau yang telah wafat. Caranya bisa apa saja, berkarya untuk negeri, berkarya untuk bangsa, lebih cinta terhadap produk local, pokoknya apapun itu.

Dan tulisan ini saya dedikasikan untuk mengenang perjuangan para pahwalan yang telah mati-matian sampai titik dara penghabisan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


SELAMAT HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER
MERDEKA!!
Read More

Wednesday, November 8, 2017

RAGUNAN, OLAHRAGA NYAMBI BERWISATA

Berawal dari ajakan salah satu teman kosan dan sekaligus teman kantor juga Ahmad Arifin “mbak, besok jogging gak?”. “Yukkk pin, udah lama gue gak jogging nih”. Dan keesokan harinya, start jam 6 dari kosan menuju tempat jogging, GOR Ragunan. Jalan kaki dari kosan, paling sekitar 15 menit. Sesampai di lokasi sudah ramai dengan orang-orang dengan kostum sport siap berolahraga, baik tua maupun muda bahkan anak bocah krucil-krucil juga ada.
Masyarakat Yang Masih Sadar Akan Pentingnya Olahraga
Yang awalnya niat cuman jogging malah berlanjut berwisata ke Kebun Binatang Ragunan. Mumpung lokasinya memang dekat dari tempat jogging. Dan jujur, saya memang belum pernah ke Kebun Binatang Ragunan *egha katrok deh* *jadi malu sendiri*.

Untuk akses masuk ke kebun binatang menggunakan kartu JakCard. Di kartunya sih gak ada tulisan masa berlakunya, artinya berlaku seumur hidup. JakCard juga bisa digunakan untuk akses busway dan kereta api. Jadi multifungis gitu deh. Tidak ada jumlah minimum untuk registrasi/pembelian pertama kartu. Kalau saldonya habis, bisa di top up.
Kartu Jakcard Buat Akses Masuk Kebun Binatang
Karena luas area di Ragunan memang lumayan luas jadi saya sarankan meminjam sepeda. Telah disediakan beberapa tempat untuk peminjaman sepeda dengan biaya Rp 10.000 untuk sepeda  single dan Rp 15.000 untuk sepeda tandem. Selain membayar biaya peminjaman, kalian juga harus menyerahkan KTP sebagai jaminan pinjaman. Tapi karena saat itu kami tidak membawa KTP karena niatnya cuman jogging jadi tanpa alasan apapun kami tidak bisa menyewa sepeda. Oke fine.

Gak pakai sepeda, jalan kaki pun jadi. Tapi hasilnya gempor hahaha. Sebenarnya memang lebih enak bersepeda, selain energi yang tidak terlalu terkuras, jadi bisa lebih puas mengelilingi semua spot di Ragunan. Abis jogging, jalan kaki keliling Ragunan, alhasil banyak spot yang terlewatkan.


Oiya di Ragunan bisa buat jogging juga loh. Pas saya kesana beberapa ada yang jogging, bahkan saat itu ada event lari juga. Eh iya, ada kantor yang lagi gathering juga malah.

Kalau yang beranggapan ke Ragunan itu membosankan karena cuman liat binatang aja, sepertinya mindset nya harus dibenerin deh. Tempat ini multifungsi banget, sebenarnya banyak hal positif yang bisa kita lakukan disini. Liburan bersama keluarga sambal mengenalkan anak-anak dengan binatang bisa disini. Sekedar menggelar tikar dan duduk bersantai juga bisa, apalagi udara didalam sangat bersahabat dan jauuuuh dari polusi. Belum lagi tempatnya yang sangat bersih. Mau menjadikan tempat untuk berolahraga juga bisa.



Siapa bilang liburan itu harus keluar kota, harus keluar Jakarta. Waktu terbatas, budget terbatas trus gak bisa liburan? SALAH BESAR. Liburan itukan berasal dari kata “libur” dan berakhiran -an. Yang menurut pengertian saya, liburan berarti berhenti dari segala macam kegiatan yang menguras otak, yang lebih mengarah ke pekerjaan. Istirahat dari memandang laptop, istirahat dari memandang gadget.

Sebenarnya bukan cuman di Ragunan, tapi masih banyak tempat-tempat lain di Jakarta yang bisa dijadikan sebagai referensi liburan. Mungkin karena kita terlalu terpengaruh oleh foto-foto di Instagram yang menampilkan alam Indonesia di berbagai pelosok jadi merasa kalau liburan itu kalau ke pantai atau gunung. Kembali lagi ke pribadi masing-masing memaknai kata “Liburan”.
Ada Tempat Bermain Anak Juga
Sejarah Singkat Taman Margawatwa Ragunan
Kalo Masih Ada Yang Buang Sampah Sembarangan. KETERLALUAN!!
Waktu sudah menjelang siang. Jogging + jalan keliling Ragunan cukup bikin kaki cenat-cenut. “Pin balik yuk, gue udah laper nih”. “Yuk mbak, baliknya kita naik ojek aja. Kayaknya jalan kaki ke kosan sudah tak sanggup”. Hahahaha setuju pake bangeeet.
Read More

Sunday, October 29, 2017

CHASING CORAL, FIRST SCREENING IN JAKARTA

Sepekan lalu tepatnya tanggal 22 Oktober 2017, Seasoldier mengadakan sebuah event yang bertemakan tentang Chasing Coral yang menghadirkan tiga tamu sebagai pembicara yakni Ramon Y. Tungka (Traveler & Public Figure), Retno Tan (Fashion Art Performance), dan Adhitya Lanae (Climate Institute) serta Dinni Septianingrum sebagai moderator (Seasoldier 002). Ohya mungkin beberapa masih ada yang bertanya apa sih Seasoldier itu, suatu perkumpulan kah atau suatu komunitas kah, atau malah tentara laut hehe. Jadi Seasoldier ini adalah gerakan atau aksi yang dilakukan untuk melakukan aksi ramah lingkungan baik di darat maupun di laut. Seasoldier digagas oleh Nadine Chandrawinata, seorang aktris cantik dan Puteri Indonesia tahun 2005 yang sangat peduli terhadap lingkungan. Mungkin nanti saya akan buat tulisan sendiri khusus membahas mengenai Seasoldier.
Chasing Coral by Netflix, First Screening in Jakarta October 22nd 2017
Diawali dengan pemutaran film yang berdurasi sekitar 90 menit memberikan saya begituuuuu banyak informasi mengenai terumbu karang. Betapa menyedihkannya kondisi alam kita saat ini. Betapa besar kerusakan yang disebabkan manusia saat ini. Mungkin banyak yang belum tahu fungsi terumbu karang, antara lain sumber makanan ikan-ikan, burung laut, habitat asli biota laut, sumber obat-obatan, bahan baku, penghalang ombak besar, serta penyeimbang dan tolak ukur kesehatan laut. Banyak orang yang memandang luar angkasa, berlomba-lomba menginjakkan kaki diluar angkasa sana namun lupa bahwa ada dunia bawah laut yang begitu indah di palnet sendiri. Dunia yang merupakan sumber pendapatan dan sumber makanan makhluk hidup lain. Dunia yang jikalau rusak maka rusaklah alam semesta ini.

Kerusakan yang bermula di tahun 1980an, dimana banyak terumbu karang yang mulai memutih (bleaching). Tahun 2010 terjadi fenomena pemutihan terumbu karang yang kedua, dalam kurun waktu 5 tahun kemudian (2015) terjadi pemutihan secara global. Sungguh sangat disayangkan melihat dari waktu yang lebih singkat dari sebelumnya kita kehilangan 29%-50% terumbu karang. Semua kerusakan ini terjadi bukan karena penyakit, bukan pula karena kelebihan cahaya tapi pemutihan tersebut terjadi karena pemanasan yang tidak wajar yang tak lain disebabkan oleh pemanasan global.
Tampilan Perasaan Penonton Yang Campur Aduk Melihat Kondisi Coral Saat Ini
Terumbu karang yang memutih sebenarnya tetap hidup namun tak ada makhluk hidup yang dapat tumbuh diatasnya, tak ada proses reproduksi yang pada akhirnya terumbu karang tersebut akan mati. Terumbu karang mati, mungkin tidak menjadi perhatian besar buat kita. Tapi bayangkan jika terumbu karang itu adalah lingkungan sekitar kita tempat kita berpijak saat ini. Bayangkan jika lingkungan tempat kita hidup mulai rusak. Apakah kita bisa hidup nyaman? pertanyaan lainnya apakah kita bisa tetap hidup? Jelas Tidak!!

Dari semua kerusakan yang terjadi, seberapa banyak dari kita yang menyadarinya? Adakah diatas 50%? Saya rasa tidak. Bagaimana bisa terjadi pemutihan terumbu karang besar-besaran jika memang kita sudah menyadari dampak kerusakannya dari awal. Jujur, bahkan saya sendiri baru tersadar mengenai hal ini. Kalau sebagian orang berpikir bahwa kerusakan yang terjadi dilaut tidak ada hubungannya dengan daratan itu salah besar. Karena pemanasan global oleh ulah manusia di darat lah sehingga berdampak ke seluruh aspek kehidupan darat dan laut.

Namun semua itu belum terlambat. Kita belum terlambat untuk mengenal lebih jauh mengenai ekosistem terumbu karang. Jika memang kita masih belum bisa menjalankan sebuah proyek besar untuk mencegah kerusakan ini, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan salah satu aksi kecil untuk dampak besar bagi lingkungan. Memulai untuk peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Setelah pemutaran film, berlanjut dengan talkshow dan sesi tanya jawab bersama tamu pembicara. Performance dari Pelangi Samudera, serta doorprize hadiah menarik dari Seasoldier. Jadi yang gak dateng acara ini rugiiiii bangetttt!!
Talkshow Setelah Pemutaran Film Chasing Coral
Di sesi talkshow, para pembicara membagi ilmu dan pengalaman mereka. Bg Ramon Y Tungka yang membagi cerita saat travelling. Travelling bukan cuman sekedar jalan-jalannya doank tapi lebih mengenai attitude. Kemudian pembicara kedua Mba Ratna Tan dari Pelangi Samudera, cintanya terhadap terumbu karang dituangkan dalam sebuah karya dibidang fashion dan seni teri yang semuanya bertema terumbu karang. Dan terakhir Mas Adhitya Lanae dari Climate Institute yang ngasih tau kalau perubahan iklim dapat mempengaruhi suhu air laut menjadi meningkat.
Jejeran Orang2 Hebat Di Acara Ini
Tapi buat yang belum sempat hadir, saya yakin Seasoldier akan kembali mengadakan event-event lain yang gak kalah penting dan gak kalah serunya. Kalian bisa pantengin Instagram seasoldier @Seasoldier_ untuk tau info mengenai seasoldier dan event-event mendatang yang bakal diadakan.
Dan buat yang mau nonton filmnya, bisa free streaming di Netflix tapi harus punya akunnya dulu.

Ayolah para muda mudi, jangan hanya berpangku tangan menyaksikan kerusakan yang terjadi di alam semesta. Atau parahnya malah berperan sebagai pelaku kerusakan. Menjadikan travelling sebagai lifestyle memang gak ada salahnya tapi ingat untuk tidak membuang sampah di tempat yang kita tuju. Ngerasa keren karena punya kamera mahal, punya hasil foto yang instagramable, like di Instagram ratusan gak ada salahnya, tapi jika dibelakang semua itu malah mengorbankan lingkungan sekitar itu namanya gak punya otak. Gak ada sisi kerennya sama sekali.
Foto Bersama Seluruh Peserta dan Pengisi Acara
Dalam suasana Sumpah Pemuda 28 Oktober, semoga tulisan singkat saya yang jauh dari sempurna ini bisa memberikan informasi penting. Bisa menjadi ajang untuk menggerakkan yang lain agar sama-sama menjaga alam semesta.

INI AKSIKU MANA AKSIMU??
Read More
Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Megawati Sriayu Lestari
View my complete profile
pengen kurus tapi doyan makan
pengen putih tapi hobi travelling
But I call this challenge :)))))

Followers

Instagram

EGHA_LESTARI

Popular Posts