BINTANG ada, BINTANG hadir, BINTANG mendengarkan

Monday, August 22, 2016

LOMBOK DENGAN PESONANYA Part 1

Berawal dari tujuh personil Laboratorium Sistem Komunikasi Serat Optik yang sedang merencanakan untuk liburan bareng, mereka adalah Nata, Ade, Melfi, Fikri, Tami, Ima, dan Saya sendiri. Ide ini muncul saat Tami yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya. “Yuk jalan-jalan yuk sebelum Tami nikah. Kalau udah nikah pasti bakal susah jalannya” cetus salah satu teman di group wa Optik SKSO 2008 *lupa siapa yang ngomong waktu itu. “yuk yuk yuk” satu per satu personil muncul memberikan tanggapan positif *yaiyalah pada setuju, jalan-jalan gitu loh*.

Setelah perundingan panjang diputuskanlah tempat liburannya LOMBOK tanggalnya 21-25 AGUSTUS 2015 dan detail biaya menyusul. “Lombok hmmmm Rinjani hmmm. Bisa nih” saya dan mpik yang ternyata punya pemikiran yang sama *oiya mpik itu adalah fikri, fikri itu adalah mpik*. “Kalau ke Rinjani artinya saya harus nambah cuti 3 hari” pikir saya dalam hati. Wadduh ngajuin cuti seminggu, mau koprol 7 kali keliling kantor juga gak akan di-approve karena kebetulan saat itu memang lagi ada deadline sehingga muncullah ide busuk lain, cuti + ijin sakit hmmm.. sangat menggiurkan *akhirnya pada tau kan kalau saya bukan pegawai teladan* hahahaha. Tapi ide busuk tersebut saya urungkan dan digantikan dengan kongkalikong antara saya dan rekan kerja. Untung saja PM (Project Manager) saya ini ngerti kalau konsultannya yang satu ini emang banci jalan-jalan parah. “Bay, ntar gue mau cuti 3 hari trus 2 hari gue ijin remote, kan konsultan boleh remote. Boleh donk plissss gue udah beli tiket ke Lombok nih” sambil masang muka melas. “Yaudah deh Gha, asal sebelum berangkat kerjaan 80% kelar” meng-iya-kan permintaan saya sambil geleng-geleng kepala *lebih kepasrah sih kayaknya*. HORAAAAAYYYYYY hari itu berasa kesambet dewa fortuna *ntah ini dewa apa asal nyebut aja* permintaan saya di approve.

Tapi drama belum berakhir, semakin mendekati hari keberangkatan ada aja tambahan kerjaan, ada aja error di program, ada aja jadwal meeting. Kembali saya menggunakan taktik yang tingkat keberhasilannya selalu nyaris sempurna “NIPU ALAM BAWAH SADAR”. Setiap hari sebelum tidur saya selalu memikirkan sudah berada di Lombok, di Rinjani bahkan sampai terbawa mimpi. Saya gambarkan semua itu dengan jelas di pikiran saya, suasana di Lombok, hingga pakaian yang saya kenakan. Terdengar useless memang, tapi mungkin sangat sedikit orang yang percaya bahwa alam bawah alam sadar manusia sebenarnya tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan. sehingga dengan menipu alam bawah sadar dengan terus membayangkan sesuatu yang kita pengen maka percaya gak percaya akan terjadi. Pernah ngalamin kan pengen sesuatutrus dipikirin trus menerus sampai suatu ketika kalian akan berkata “astaga gak pernah nyangka bisa ngedapetinnya” yak itulah peranan alam bawah sadar yang berkonspirasai dengan alam semesta. Kalian bisa baca buku “THE SECRET” untuk lebih detailnya. Tapi kembali lagi semua itu atas izin Allah SWT.

Segala drama telah terlewati, barang sudah dipacking untuk trip 10 hari (kebayanglah trip 10 hari tengan tujuan pantai, gunung, air terjun. Ntah ini keril apa kulkas). Ngabarin orang tua udah, ngabarin adik2 udah, ngabarin ibu dan bapak kosan udah, ngabarin kamu belom alias gak punya jadi siapa yang mau dikabarin buakakakaaak. Perjalanan sekitar 2  jam Jakarta – Lombok saya lewati dengan tidoooorrrr ZZzzzzZZ. Karena saat itu perjalanannya di malam hari jadi tak banyak yang bisa saya lihat selain gelapnya malam dan lampu kerlap kerlip *alesan doank sih, siang atau malem tetep aja molor*. Oiya rencana liburan yang tadinya ber-7 tapi kenyataan yang jadi berangkat hanya 5 orang. Tami yang sebulan lagi akan menikah sudah tak mendapat ijin dari orang tua, dan Nata yang tiba-tiba ada training ke luar negeri dari kantornya. Dari dulu masih jaman jadi Asisten Lab kami emang gak pernah utuh kalau ada jalan-jalan.

Foto atas Bandara International Soekarno Hatta. Foto bawah Bandara International Lombok
Di bandara lombok sudah ada bapak guide sebut saja Pak Alexandro (saya lupa nama bapakenya) yang menyambut kami dengan memberikan syal dengan corak khas lombok, mengantarkan kami langsung ke penginapan Holiday Resort Lombok. Penginapan yang kami pesan saat itu berbentuk semacam bungalow, dimana ada 2 kamar tidur, dapur, ruang tengah untuk bersantai, dan teras kecil. Tempatnya sangat saya rekomendasikan untuk keluarga yang mau berlibur. Mungkin next saya kesini lagi bersama suami dan anak-anak *Ya Allah dengarkan doaku ya Allah*

Pemandangan depan kamar sekitar Holday Resort Lombok
  Keesokan harinya setelah sarapan kami bertemu dengan Pak Alexandro yang sudah berdiri didepan mobil dengan pakaian yang rapi, sepatu kinclong, rambut klimis sambil menyapa kami “Selamat pagi, silahkan masuk ke mobil”. “Mas Mba, tujuan kita sekarang adalah Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep yang terletak di desa Senaru. Perjalanannya pun akan memakan waktu sekitar 4 jam. Jadi bisa skalian beristirahat” celetuk Pak Alexandro memecah kecerian wefie kami dibelakang. “Tenang Pak gak disuruh tidur pun mata saya akan automatis menutup sendiri” bisik saya dalam hati. Tapi karena pemandangan sepanjang jalan yang lebih menggoda ketimbang keindahan di alam mimpi membuat saya memilih melek daripada tidur. Hingga akhirnya 1 jam berlalu jalan yang kami tempuh sudah mulai berkelok-kelok, yang udah macam perjalanan hidup, kiri kanan kalau gak hutan ya jurang oke sudah waktunya ambil posisi dan tidur. 
 
Ekspresi bahagianya gak bisa disembunyikan lagi
Sesampai didesa Senaru, sudah ada beberapa mamang-mamang eh bli ding *lupa kalo ini Lombok bukan Bandung* yang dimana mereka adalah guide yang memang biasa mengantar wisatawan lokal dan asing menuju lokasi air terjun. Sebelum melanjutkan perjalanan kami mengisi kampung tengah terlebih dahulu agar supaya kuat selama perjalanan dan gak baper *mashaAllah gak nyambung Eghaaa*. Seperti biasa sebelum berkegiatan outdoor, oles-oles sunblock dulu dan pake kacamata biar kece. Oiya sunblock bukan hanya gaya-gayaan biar gak item tapi sebenarnya untuk kesehatan kulit supaya sinar matahari tidak langsung bersentuhan dengan kulit kita. Lagian yang namanya kegiatan outdoor gak akan terhindari dari kulit yang menghitam mau sampai mandi sunblock sekalipun bakal tetep jadi ambon manise. Jadi gak usah gengsi apalagi buat cowok-cowok, kalian gak akan seketika jadi banci atau homo hanya dengan make sunblock.

Keindahan yang dimiliki Lombok memang berhasil mengundang banyak wisatawan asing. Tak jarang beberapa kali saya bertemu macam Miley Cyrus, Taylor Swift, Adam Levine, Demi Lovato, Shane Fillan, Mark Feehily sepanjang perjalanan. Setelah 15 menit penjelajahan dengan melewati banyak anak tangga (mungkin ada ratusan), jembatan berlubang, dan lembah-lembah sontak membuat mata saya benar-benar dibuat terbelalak dengan keindahan yang ada depan mata. Ini dia Air Terjun Sendang Gile yang menjadi tujuan pertama kami dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut dan memiliki tinggi kurang lebih 31 meter dari dasar sungai. Air terjun ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan juga merupakan pintu masuk pendakian menuju Gunung Rinjani. Selain itu airnya pun berasal dari mata air di Gunung Rinjani yang sangat sejuk dan alami. Kalian harus kesana, rasakan sendiri sensasi sejuk dan indahnya. 

SKSO Laboratory 08 ONFIREEEE!!!!
  Penjelajahan tak berhenti sampai disini, perjalanan berlanjut ke air terjun Tiu Kelep yang membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapainya. Perjalanan tak jauh beda dengan sebelumnya, kembali kami harus menempuh tangga yang curam dan melewati sungai yang cukup dangkal. Walaupun dangkal harus tetap berhati-hati karena batu-batu untuk berpijak sangat licin. Sangat disarankan untuk menggunakan sepatu sport atau sendal tracking, ingat jangan menggunakan sendal/sepatu teplek, terutama  heels kalau gak mau nyesel *yakali Gha make heels, org juga mikir kali*. Selain itu sarana saya gunakan guide untuk mencapai lokasi air terjun, selain mencegah agar kalian tidak tersesat  dan itung-itung bagi rejeki ke mereka karena guide merupakan salah satu mata pencahariaan warga disini. Kalian juga bisa bertanya mengenai sejarah tempat wisata alam yang ada disana atau menanyakan informasi lainnya *asal jangan nanya, ntr jodoh saya siapa ya. yakin dan percaya abangnya gak bisa jawab* skalian bisa diminta tolong buat fotoin hahaha.

Medan yang kami lewati menuju air terjun

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Megawati Sriayu Lestari
View my complete profile
pengen kurus tapi doyan makan
pengen putih tapi hobi travelling
But I call this challenge :)))))

Followers

Instagram

EGHA_LESTARI

Popular Posts