BINTANG ada, BINTANG hadir, BINTANG mendengarkan

Saturday, November 19, 2016

CIN[T]A - ANTARA CINA, TUHAN, DAN ANNISA

Minggu ke-4 #mendadakNgeblog mengangkat tema #WajahSinemaIndonesia. Ohhh Emmm Jiii tema yang ngeri-ngeri sedep. Memaksa untuk memutar otak mencari bahan apa yang akan jadi bahan tulisan untuk bisa menjawab tantangan ini. Dannnn entah kenapa tiba-tiba teringat satu judul film yang ingin saya jadikan sebagai bahan tulisan. Film yang saya rasa tidak banyak orang yang tau. Film lama, dan bahkan tidak booming pada jamannya. Namun film ini cukup bisa menggambarkan realita yang terjadi di Indonesia. Judul film ini adalah CIN[T]A, yang artinya ANTARA CINA, TUHAN, DAN ANNISA. Hayo siapa yang sudah pernah nonton film ini? atau yang pernah dengar judul filmnya? atau malah yang baru tau kalau ada judul film ini di Indonesia?

Masih belum ketebak arti dari film ini? Hahahaha

Yaudahlah gak mau sok sok misterius. Dilihat dari judulnya, melibatkan dua genre dan Tuhan sebagai perantara. Yup betul sekali film ini menceritakan tentang Cinta Beda Agama. Film yang dirilis pada tahun 2009 ini menceritakan tentang 2 insan yang saling jatuh cinta namun berbeda agama. Sedikit gambaran mengenai film CIN[T]A. Cina diperankan oleh Sunny Soon adalah pria Batak keturunan Tionghoa yang beragama Kristen. Sedangkan Annisa diperankan oleh Saira Jihan seorang gadis muslim keturunan Jawa yang berprofesi sebagai seorang artis. Diceritakan mereka berdua sedang menempuh pendidikan di kampus yang sama yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung) yang dimana ditempat itulah awal mula kisah mereka. Cina adalah seorang Mahasiswa baru dan Annisa adalah mahasiswa tingkat akhir. Pertanyaannya, kok mereka bisa saling jatuh cinta padahal dari umur udah jauh beda. Belum lagi agama. Nah, itulah cinta, bisa menyingkirkan segala macam perbedaan #eaaaa #eaaaa. Yakin deh, yang penasaran langsung pada nyari filmnya. Buka youtube, streaming BUAHAHAHA... #devilface

Saya pernah mendengar sebuah kalimat “jika ingin melihat keadaan suatu negara maka tontonlah filmnya”, misalnya film India selalu saja ada adegan menari dan menyanyi. Ya benar di India memang orang-orangnya suka dengan tarian dan nyanyian. Sama halnya dengan film CIN[T]A, adalah realita yang terjadi di Indonesia yang masih dianggap tabu hingga saat ini.

Film yang menyentuh persoalan yang cukup sensitif yang membahas begitu banyak perbedaan, mulai dari perbedaan umur Cina dan Annisa (Annisa lebih tua daripada Cina), perbedaan suku antara Cina dan Annisa, dan yang paling sensitif perbedaan agama dari keduanya. Sehingga menurut saya, film ini adalah film yang Indonesia banget. Indonesia dengan berbagai macam suku, budaya, ras, hingga agama sama kayak di film CIN[T]A. Belum lagi dalam film ini menghadirkan warna Indonesia dengan menampilkan simbol nasionalisme dengan menampilkan Burung Garuda dan Bendera Merah Putih. Bukan hanya itu, ada pula ciri khas daerah yaitu boneka wayang, yang merupakan ciri khas daerah Jawa.

Namun perlu saya tekankan, walaupun saya memberikan statement bahwa film ini adalah film yang Indonesia banget, tapi bukan berarti saya setuju dengan pernikahan beda agama. Toleransi beragama memang saya terapkan, namun tidak sampai merusak akidah saya sebagai seorang muslim.

Kembali ke peran utama yaitu Cina dan Annisa. Walaupun ada rasa cinta diantara mereka namun perbedaan yang hadir tidak dapat terelakkan, hingga akhirnya muncul berbagai dialog yang membawa perkara tentang Tuhan dan agama. Belum lagi saat terjadi pengeboman gereja di Hari Natal yang semakin menjadikan mereka emosional dalam memperdebatkannya. Memang pernah tejadi di Indonesia perayaan Idul Fitri dan Natal yang berdekatan. Dan akhirnya mereka sadar bahwa mereka tidak dapat bersatu walaupun mereka sama-sama mencintai Tuhan.

Saya jadi teringat kalimat-kalimat yang ada pada lembaran buku "Udah Putusin Aja" karangan Ustad Felix Siauw bahwa CINTA adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada manusia. Jadi jika cinta itu tidak dapat menjadikan kita lebih dekat dengan Allah maka mungkin itu bukan cinta melainkan nafsu belaka. Konsep mengenai anugerahnya pun luntur oleh nafsu yang berkamuflase sebagai cinta. Cinta membawa kebahagiaan, cinta membawa ketenangan, cinta membawa kedamaian, cinta menjadikan manusia kuat bukan lemah, dan cinta menjadikan manusia bangkit bukan terpuruk. Makanya hati-hati memaknai cinta. Karena cinta bisa menjadikan manusia hancur dan cinta pula yang bisa menjadikan manusia itu kokoh. Ya kira-kira seperti itulah AHA MOMENT yang saya dapatkan dari buku "Udah Putusin Aja" yang saya kaitkan dengan film CIN[T]A.

Ambillah nilai positif dari setiap film yang kita tonton. Memberi masukan dan kritikan dari film yang kita tonton memang sah sah saja. Tapi ingatlah, film adalah hasil karya seseorang. Hargai mereka yang menghasilkan sebuah karya. Karena dari sebuah pembuatan film ada ide, usaha, dan biaya yang tidak sedikit harganya.

4 comments:

  1. "Hukum Newton 1: Kecantikan berbanding terbalik dengan kecerdasan" Salah satu quote film Cin(T)a yang masih kuingat sampai sekarang. hehehe... Aku dulu terkesan banget pas nonton ini tahun 2009, film yang hanya dimainkan oleh dua orang karena keterbatasan biaya produksi tapi hasilnya luar biasa. Setuju sekali kalau film ini menunjukkan wajah Indonesia mba Egha, dan sepertinya sampai sekarang belum ada film Indonesia yang memberikan ending yang jelas terkait tema ini, cmiiw :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mba aku juga masih inget banget sama dialog itu
      Aku suka sama dialog2 kalo Cina ama Annisa lagi debat
      Iya mba, memang sensitif kalo menyinggung beda agama terlebih masalah percintaan.

      Awas baper, malam minggu ngebahas cin[t]a hahaha

      Delete
  2. Cin(t)a. Pakai T ya. Jangan ga pakai, nanti jadi salah paham hahaha *isu Indonesia terkini*

    Nggak pernah nonton Ega. To be honest aku buanyak melewatkan film2 dalam negeri. AADC aja (YANG PERTAMA) masih jadi PR tontonanku looohh hahahaha.

    Tapi isu film ini berani juga ya. Masalahnya kompleks. SARA banget. Hahaa. Beklah nanti aku cari film ini.

    Yang lebih susah itu memang beda keyakinan, Ega. Kita yakin, dia enggak. Eaaaa... Hahahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dialog dalam film ini juga banyak tentang perdebataan mengenai agama

      Ada satu dialog yang terbilang berani
      "kalo gue pindah agama, lu yakin masih mau sama gue. Tuhan gue aja berani gue khianatin apalagi ello ntar"

      So mending beda agama apa beda keyakinan? hahahahhaaa

      Delete

Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Megawati Sriayu Lestari
View my complete profile
pengen kurus tapi doyan makan
pengen putih tapi hobi travelling
But I call this challenge :)))))

Followers

Instagram

EGHA_LESTARI

Popular Posts