BINTANG ada, BINTANG hadir, BINTANG mendengarkan

Sunday, November 13, 2016

PULAU PARI - BESTFRIEND BESTMOMENT

Sudah sekitar 3 bulan gak nempelin keril dipundak, sinyal merah tanda setres sudah memulai kedap kedip.  Mana sekarang lagi project diluar kota yang artinya waktu untuk ngetrip tidak se-flexible jika project di Jakarta. Trip kali ini bisa dibilang trip dadakan. Awalnya cuma obrolan santai *entah becanda entah serius* dengan 2 teman trip yang sekalian jadi sahabat saya dan berakhir dengan trip yang beneran terealisasi dengan persiapan hanya 2 hari.

"Sabtu ketemu di pelabuhan Muara Angke jam setengah 7 ya Man Gha” kiriman pesan Hafiz di WA. Tenda dan perlengkapan lainnya sudah dihandle oleh teman saya Hafiz. Saya dan Rahman hanya kebagian bawa matras dan perlengkapan pribadi *Alhamdulillah rejeki anak manis*.

PELABUHAN MUARA ANGKE

Didalam gedung, tempat orang-orang biasa mengantri untuk membeli tiket kapal nyebrang, sudah duduk teman saya Hafiz dan para traveller lainnya yang sedang menunggu loket tiket dibuka. Biasanya loket tiket dibuka pada pukul 06.30 dan kapal akan berangkat pada pukul 08.00. Kami menyebrang dengan menggunakan KM.KERAPU. Perbedaan waktu tempuhnya hanya 15 apa 30 menit gitu dengan kapal tradisional tapi karena Rahman memiliki masalah dengan guncangan laut alias mabuk laut makanya kami memilih kapal cepat ketimbang kapal tradisional, tp sebenarnya gpp juga sih biar cepet sampai di pulaunya *maaf ya dijadiin alesan ^_V*
Untuk kapal cepat, 1 kapal cuma muat sekitar 20 orang
 PANTAI PASIR PERAWAN

Masih lumayan sepi, belum ramai dengan para traveller paling hanya warga-warga sekitar. Ini karena kami memang sampai lebih awal. Tak ada laptop, tak ada gedung tinggi, tak ada SAP *ups* hanya ada aroma laut, desir ombak, hangatnya pasir pantai dan ditambah bersama 2 teman trip terbaik. Maha Baik Allah dengan segala pemberian kebahagiaannya.

Menuju lokasi camp dari kejauhan terlihat gapura dengan tulisan SELAMAT DATANG DI PANTAI PASIR PERAWAN PULAU PARI. Dengan biaya hanya Rp 15.000/orang kami sudah bisa masuk dan mendirikan tenda di lokasi ini + ngecas gratis di warung yang ada disekitar lokasi camp. Suasana masih terbilang sepi, masih beberapa tenda yang berdiri kokoh sehingga kami masih bisa dengan bebas memilih tempat camp. Oiya info nih buat yang mau ngecamp tapi males bawa tenda dan males masangnya, bisa nyewa disini biayanya 80rb/malam (CP: Irwan-081584220504).
Tenda udah, gelar matras udah, mau sholat tapi waktu masih menunjukkan pukul 11.00 trus ngapain? Ngopi sambil ngebaper wkwk. Yang udah pernah nyobain ngecamp dipinggir laut pasti tau rasanya. Yang belum KALIAN HARUS NYOBAIN, DIJAMIN GAK MAU PULANG. 
Gak ada trip tanpa kehadiran kopi
Ini cuma sepotong spot indah di Pantai Pasir Perawan
Puas natap laut depan tenda? Hmm.. gak juga sih tapi sayang juga kalau gak eksplore pulau ini. Kami kemudian menyewa sepeda dengan harga Rp. 20.000 untuk seharian bahkan bisa dibalikin besok. Seperti info dari Hafiz katanya disini ada 2 pantai lainnya yaitu Pantai Kresek dan Pantai Bintang. Namun sebelum goes lebih jauh alangkah baiknya jika kita isi perut dulu. Krucuk-krucuknya  sudah sampai level akut.

PANTAI KRESEK

Di pantai ini kita bisa melihat penangkaran penyu dan bintang laut. Sepertinya karena memang belum dikelola sehingga belum banyak hal menarik di pantai ini selain penyu dan bintang lautnya. Waktu masih pukul 15.00, mau berburu sunsite pun masih lama jadilah kami menghabiskan waktu dulu di pantai ini dan tertidur, ini beneran bobo siang. Ada ayunan yang indah banget buat bobo siang kayaknya mubasir kalau gak dimanfaatin hahaa.
emang cuma Rahman yang ekspresinya paling bener
Saya terbangun dengan suara Rahman, “Gha gha bangun yuuk lanjut lagi”. Beneran deh ini bobo siang ternikmat dibulan november ini.

Makan + bobo siang = energy full. Goes lagi goes lagi. Kami memang memutuskan untuk tidak snorkeling karena sesuatu dan lain hal. Tapi informasi untuk teman-teman yang mau snorkling bisa-bisa saja. Biayanya 60rb-70rb per orang untuk berapa orangpun berangkat.

Goes goes ehh nemu yang jualan es krim, mampir. Goes goes ehh nemu yang jualan cilok dan telur gulung, mampir. Entah kenapa jajanan-jajanan itu tampak begitu menggoda. 

PANTAI BINTANG

Berbeda dengan pulau Kresek, di pulau Bintang pengunjungnya lebih ramai. Karena menurut saya beberapa spot bisa untuk menghasilkan foto kece ala instagram. Yang mau main ayunan juga bisa, bahkan ada yang mendirikan tenda juga. Sepertinya kalau kesini lagi bakal ngecamp disini. Seperti biasa kita gak akan meninggalkan suatu lokasi tanpa jegrak jegrek dulu, itung-itung mengabadikan moment. 

LIPI (LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA)

Hari sudah semakin sore, kamipun bergegas menuju spot untuk bisa menikmati sunset. 1 hal yang sangat disayangkan, menuju spot tersebut banyak sampah yang bertebaran. Adduhh lagi lagi dan lagi kondisi yang tidak pernah absen pas ngetrip yaitu sampah yang berserakan.
Menuju spot sunset
Senja,
Tiap hari bertemu, namun tak tiap hari ku nikmati
Senja,
Penampakanmu begitu menghangatkan, perawakanmu begitu menenangkan
Entah 1 minggu 1 bulan 1 tahun atau 10 tahun kedepan, hari ini akan kurindukan

Dikasi tempat macam begini, gak nahan kalau gak puitis :)
Awal2 sunsetnya masih malu2 berlindung dibalik awan
Sebelum langit benar-benar gelap kami memutuskan untuk kembali ke tenda. Memasuki lokasi camping udah terdengar dentuman lagu yang sudah tak asing, lagu dangdut cooooy. Heyyaaaaa ada yang lagi dangdutan. Karena saat itu memang ada beberapa perusahaan yang sedang mengadakan gathering, sehingga malam itu memang sedikit berisik. Padahal pengennya malam yang tenang dengan suara deburan ombak dan musik baper Adele tapi mau gimana lagi, namanya juga tempat umum.

Obrolan ngawur, semi serius, serius beneran, ngemil singkong, ngemil ubi *gak usah heran dengan cemilan kita*, dan maen kartu mengisi malam itu sampai mata terlelap. 1 info penting, kalau ngecamp di pantai gak usah capek2 bawa sleeping bag. Gerah soalnya.

Kalau sore hari kita berburu sunset, paginya tidak akan kami lewatkan untuk berburu sunrise. Saat ingin menuju ke lokasi spot sunrise, sepeda yang kami sewa sudah tidak ada. Sempat mikir ada yang maling sepeda kita. Tapi ternyata usut punya usut, di Pulau Pari sudah sering terjadi hal demikian, jadi tidak usah panik. Kalau sepedanya tidak ada  tinggal comot aja sepeda lain yang masih terparkir. Oke, masalah terpecahkan. 
Ini dia sepeda hasil colongan
Entah apa yang diobrolin 2 pria ini
Masing-masing punya cara untuk menikmati moment
2 hari rasa 2 jam. Cepet bangeeeeet :((((((( ya itulah perasaan yang selalu muncul selepas trip. Apalagi trip kali ini benar-benar trip dengan moment terbaik dan orang-orang baik

Buat kalian yang mau nanya mengenai harga snorkling, sewa penginapan yaa pokoknya tanya detail pulau pari bisa hubungin ke Ibu Muna (081519428827)
SEE YOU NEXT TRIP GUYS :)

_More Information_
Muara Angke - Pulau Pari PP: Rp. 80.000/orang (KM. KERAPU)
Biaya Camping Pantai Pasir Perawan: Rp. 15.000/orang
Biaya Masuk Pantai Keresek: Rp. 2.000/orang
Biaya Masuk Pantai Bintang: Rp. 2.500/orang
Biaya Masuk LIPI: Rp. 2.000/orang
Biaya Perahu Muterin Pantai Pasir Perawan: Rp. 15.000/orang
Toilet: Rp. 2.000/orang tiap masuk toilet
 

11 comments:

Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Megawati Sriayu Lestari
View my complete profile
pengen kurus tapi doyan makan
pengen putih tapi hobi travelling
But I call this challenge :)))))

Followers

Instagram

EGHA_LESTARI

Popular Posts