BINTANG ada, BINTANG hadir, BINTANG mendengarkan

Friday, July 28, 2017

MACEHAT - KEDAI KOPI SEDERHANA DGN RASA KOPI MEWAH

Semenjak berteman dengan Hafiz, salah satu temen saya yang punya seperangkat alat meracik kopi mulai dari masih dalam bentuk biji kopi sampai bisa diseduh, saya jadi mulai tertarik dengan rasa dan aroma kopi yang aneh-aneh. Yang biasanya cuman minum dari kopi sachetan yang tinggal seduh sekarang saya jadi lebih tertarik dengan kopi yang diracik sehingga penyajiannya lebih menarik ketimbang kopi instant tinggal seduh tersebut.

Sejak pertama kali ke salah satu kedai kopi yang menarik di Jakarta bareng sahabat-sahabat saya Rahman dan Hafiz, sekarang jadi ada ketertarikan untuk mencicipi setiap kopi di kedai-kedai kopi yang tengah viral dikalangan muda mudi. Kalau di Jakarta saya tertarik dengan Filosofi Kopi nah di Medan saya tertarik dengan Macehat.

Macehat, bertempat di Jalan Karo, Kota Medan, merupakan kedai kopi yang dapat menghidangkan kopi dengan rasa mewah namun tampilan kedai kopinya yang terlihat sangat sederhana. Bahkan dari luar tidak seperti kedai kopi tapi hanya tampak seperti rumah tinggal. Bahkan tatanan kursi dan meja di dalam ruangan juga sangat sederhana dengan hiasan-hiasan di dinding yang sedikit ramai menurut saya.
Saking ramenya sampe mesti antri
Karena saya memang tidak suka dengan alpukat jadi saya memesan Mocca Java Jelly minuman rasa mocca dengan aroma kopi yang nampol dan ada sensasi jelly yang bikin kenyang. Dan temen saya memesan menu kopi yang katanya paling juara di Macehat, Avocado Coffee yakni campuran jus alpukat dan satu scoop ice cream dengan tambahan single shot espresso. Ternyata menu yang katanya paling juara ini benar adanya. Satu-satunya jus alpukat yang bisa lewat ke tenggorokan saya kayaknya cuma jus alpukat yang ada di Macehat, karena saya memang bukan penyuka alpukat. Tau kan artinya apa? Artinya Jus Alpukat di Macehat sungguh sangat enaaaaaaaakkkk. Wajar kalau jadi menu favorit. Sekali coba yakin dan percaya akan jadi menu wajib pesan setiap kalian berkunjung ke Macehat.
Dapet nomer yg sama kyk tanggal lahir *aseli gak penting*
Tapilan Avocado Coffee, menu paling juara di Macehat
Di sebelah kedai kopi ada pabrik untuk proses penggosengan kopi dari yang masih berwarna kehijauan mentah sampai berwarna cokelat layaknya biji kopi yang sering kita lihat di toko-toko.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan karena kunjungan saya ke Macehat untuk yang pertama kali ini memang untuk memuaskan rasa penasaran terhadap kedai kopi yang tengah hits di Medan. Semoga saja saat saya berkunjung lagi ke Macehat saya berkesempatan untuk bertemu Sang Owner dan diajak melihat langsung proses penggosengan kopi *itu sih mau lu Gha :))))*. Nah buat para pecinta kopi jangan tinggalin Medan sebelum mampir ke Macehat, itu pesan saya!!
Silahkan yang mau mengirimkan kritik dan sarannya
Read More

Friday, July 21, 2017

BERASTAGI - PAKET KOMPLIT UNTUK LIBURAN SINGKAT (Part 2)

Sebelumnya di part 1

Destinasi Keempat, Gunung Sibayak
Kalau di Bukit Gundaling hanya bisa memandangi dari kejauhan, nah sekarang kita akan menapakan kaki di Gunung Sibayak. Gunung Sibayak merupakan salah satu gunung berapi di Sumatera Utara dengan ketinggian 2212mdpl, dari informasi yang ada gunung ini terakhir meletus pada tahun 1800an.
View kawah Sibayak
Pict by Jemmy
Mendaki ke Sibayak memang dadakan, karena destinasi lain yaitu Air Terjun Sikulikap dan Air Terjun Dua Warna sedang tutup akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk mendaki Sibayak. Tak ada persiapan untuk mendaki sebenarnya, tak ada ponco, logistikpun hanya air minum dan cemilan cepulu seadanya, bahkan alas kaki sekenanya yaitu sendal jepit bukan swallow :)). Emang rada ekstrim sih.. Jangan ditiru yak manteman.

Nah untuk kalian yang mau mendaki tapi belum punya peralatan lengkap, bisa menyewa segala macam peralatannya di warung sebelum nanjak. Tenda, sleeping bag, matras, ponco, sampai kaos kaki dan kaos tangan pun ada dijual.
Warung peristirahatan terakhir sebelum nanjak
Pict by Jemmy
Di warungnya juga bisa sewa peralatan camping
Pict by Egha
Pict by Jemmy
Pict by Egha
Pict by Jemmy
Jalur menuju puncak
Pict by Egha
Serunya rame-rame
Pict by Egha
Puncak Sibayak 2212mdpl.. Done!
Pict by Jemmy
Dari informasi yang ada untuk mencapai puncak Sibayak ada 3 jalur namun kami memilih jalur wisata, melalui desa Raja Berneh. Jalur ini merupakan jalur favorit pendaki pemula karena akses dan jalurnya sudah sangat jelas dan mudah. Jalur ini melewati wisata air panas sidebuk-debuk (salah satu destinasi dihari kedua). Puas rasanya, akhirnya bisa menginjakkan kaki di salah satu gunung di Sumatera. MY BUCKETLIST CHECK
SAMA MANTAN BOLEH LUPA, TAPI SAMPAH GAK BOLEH !!!!!!! Entah Fadli atau temennya yang jadi pelaku nih
Pict by Egha
Destinasi Kelima, Air Terjun Sipiso-Piso
Masih dengan tempat wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dan hari kedua trip masih dengan sensasi treking. Destinasi selanjutnya adalah Air Terjun Sipiso-Piso yaitu air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 120m. Sebelumnya saya pernah terkesima dengan keindahan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok, daaaaaan Air Terjun Sipiso-Piso ini berhasil membuat saya 2x 3x bahkan 4x terkesima dari sebelumnya.
Air Terjun Sipiso-Piso
Pict by Jemmy
Sembari menikmati keindahan air terjun, wisatawan juga dapat menikmati keindahan Danau Toba secara bersamaan, gue ulangin lagi SECARA BERSAMAAN. KEBAYANG GAK LO KETJEHNYA TEMPAT INI KEK GIMANA!!

Tapi jangan cuma menikmati keindahan air terjun dari atas karena sudah tersedia jalur sepanjang punggung bukit dengan tangga-tangga yang tak terhitung jumlahnya untuk bisa sampai didasar air terjun. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke bawah. Di dekat air terjun ada batu yang memang menjadi spot untuk merasakan sensasi cipratan air terjun sembari berfoto ala2 my trip my adventure.
Geng Selfie
Pict by Egha
Kelas berat meeeeeeen..
Pict by Egha
Pict by Egha

Pict by Egha

Puas bermain disekitar air terjun jangan lupa PR nya masih belum selesai, nanjak kembali ke atas. Jadi adek-adek, kakak2, emmak2, engkong2 yang merasa gak kuat jalan nanjak pliss gak usah nyoba turun deh karena gak ada jasa porter gendong untuk naik keatas.
Tanjakan ini saya beri nama "tanjakan setan sipiso-piso". Tanjakan dgn kemiringan ya liat sendiri lah ya kyk gmn. Tapi tak usah khwatir karena ini bukan jalur normal jalur normalnya jauh lebih safety, kami hanya mengambil jalan pintas supaya lebih cepat sampai keatas. Tanpa pengaman jadi kalau kenapa2 ya tau kan akibatnya apa.
Pict by Egha
Destinasi Keenam, Tongging-Danau Toba
Rasa kagum terhadap wisata alam sebelumnya belum abis sekarang malah disuguhkan dengan keindahan yang lebih spektakuler lagi. Kali ini kami menuju Desa Tongging, yang terletak di sebelah utara Danau Toba.

Jalan menuju Tongging menurun dan berkelok tapi kondisi jalannya bagus, sudah aspal mulus. Sepanjang perjalanan saya hanya bisa cengok menikmati keindahan bak di film Lord of The Ring sembari ngerekam video di insta story. Bahkan ada teman yang komen dia mengira itu bukan di Indonesia *nah looooh*. Pemandangan yang gak tiap hari bisa dinikmati, bukit-bukit seakan ditata dengan rapinya menggelilingi danau toba dengan tambahan aksen pepohonan hijau dimana-mana.
View Danau Toba dari tempat makan kami
Pict by Egha
Another view from Danau Toba
Pict by Egha
Kembali dengan kami si geng selfie
Pict by Egha
Sesampai di Desa Tongging, sudah ada berjejeranan tempat makan yang semuanya menghadap ke Danau Toba. Hal ini memang dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menyuguhkan sensasi makan dengan view Danau Toba. Makanan yang disajikanpun berupa nasi merah khas Tongging yang rasanya mm.. gak usah ditanya lagi enaknya. Baru kali itu saya makan nasi merah tapi ada rasa-rasa gurihnya yang pas di mulut. Dan ikan bakar dan ikan goreng yang gak kalah gurihnya. Ikan yang masih fresh baru ditangkap, digoreng/dibakar, disajikan panas-panas dengan nasi merah. Wahh sensasi yang harus kalian rasakan kalau berkunjung ke tempat ini deh pokoknya. Ni ta kasi liat fotonya biar makin iri.
Hajar bleeeeeeeeeeeeeh!!
Pict by Egha
Destinasi Ketujuh, Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk
Kaki yang dua hari sudah lelah dengan treking Sibayak dan Sipiso-piso, waktunya dimanjakan dengan berendam air panas di Sidebuk-Debuk. Kami memilih destinasi ini karena searah dengan jalan untuk kembali ke Medan. Sama seperti namanya, pemandian air panas alam ini terletak di desa Sidebuk-Debuk, sebelah selatan gunung Sibayak. Sayangnya, saat menuju destinasi terakhir ini hari sudah gelap, waktu sudah banyak kami habiskan di Sipiso-Piso dan Tongging. Pemandangan yang disuguhkan menuju Sidebuk-Debuk adalah Gunung Sibayak dan ladang pertanian milik penduduk setempat (kata bpk driver). Dan selama berendam bisa sambil menikmati keindahan Sibayak dari jauh. Tapi apa daya kondisi hari yang gelap menutupi semua keindahan itu. Tak apalah, hari pertama kan sudah treking ke Sibayak bahkan sampai puncak, so it’s okay lah ya.

Bukan hanya merasakan berendam air panas belerang tapi pengunjung juga bisa membeli serbuk belerang yang sudah dihaluskan seharga Rp 5.000 /bungkus untuk dibawa pulang. Serbuk belerang tersebut dicampur dengan air kemudian dijadikan masker di wajah atau di badan. Kegunaan masker belerang yang paling terkenal yaitu untuk menghilangkan jerawat. Nah yang pengen mukanya bebas jerawat dengan perawatan alami dari alam sung bawa pulang serbuk belerangnya.

Destinasi Pemandian Sidebuk-Debuk jadi destinasi terakhir pada trip kali ini. Jam juga sudah menunjukkan pukul 11.00 PM *ingeeet ingeeet besoknya senin, ngantor woy ngantor* saatnya untuk kembali ke Medan. Kondisi jalanan kembali ke Medan ternyata tak semulus saat berangkat. Macet udah kayak dari puncak Bogor, tapi karena lelah yakin dan percaya seisi mobil pasti pada berlayar ke pulau kapuk alias molor.

Hmm.. Berastagi, salah satu kota di daerah Sumatera Utara yang menyimpan kekayaan alam yang sungguh bervariasi. Ada air terjunnya, danaunya, gunungnya, pemandian air panasnya, bahkan tradisinya pun masih sangat kental. Belum lagi tiket masuk tempat wisatanya mureh-mureh gak bikin kantong meleleh. Hasrat travelling saya kali ini terpuaskan oleh keindahan-keindahan alam di Berastagi.

Berastagi, one of photogenic place in Indonesia.



Add Information:
Mobil (elf) + bensin = Rp. 2.300.000 (kapasitas 19 org)
Penginapan (villa) = Rp. 1.045.668 (bisa untuk orang segambreng)
Parkir Penatapan = Rp. 5.000 (mobil)
Tiket Masuk Bukit Gundaling = Rp. 5.000/org
Parkir Bukit Gundaling = Rp. 5.000 (mobil)
Tiket Masuk Sibayak = Rp. 5.000/org
Parkir Sibayak = Rp. 5.000 (mobil)
Tiket Masuk Sipiso-piso = Rp. 5.000/org
Parkir Sipiso-Piso = Rp. 5.000 (mobil)
Tiket Masuk Sidebuk-Debuk = Rp. 5.000/org
Parkir Sidebuk-Debuk = Rp. 5.000 (mobil)

CP Mobil --> 085270447222/085277737272 (Family Rent Car Medan) – Really Recommended
CP Peginapan --> 08116085888 (Marlina Villa)
Read More

BERASTAGI - PAKET KOMPLIT UNTUK LIBURAN SINGKAT (Part 1)

Selalu, mencari peruntungan selama proyek di luar kota. Itulah Egha, seorang konsultan SAP yang lebih fokus nyari tempat jalan-jalan kalau lagi proyek keluar ke kota ketimbang ah yasudahlah :)))))). Tiap dapat proyek luar kota hal pertama yang dipikirin pasti “di kota itu ada wisata apa aja ya”.

Bicara mengenai pulau Sumatera, Medan adalah salah satu kota yang dari dulu memang ingin saya kunjungi. Dimana sebelumnya Padang, Bukittinggi dan sekitarnya sudah saya jajaki dan setelah Medan, Aceh menjadi destinasi selanjutnya yang saya targetkan untuk dikunjungi. Nah mumpung lagi di Medan, rasanya sangat disayangkan jika tidak meninggalkan jejak kaki minimal punya foto berlatarkan wisata eksotik yang ada di Medan

Destinasi jalan-jalan kali ini adalah Berastagi salah satu kota di dataran tinggi Karo yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Kota Medan, hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 jam saja. Sangat cocok untuk melarikan diri dari kepenatan dan kebisingan kota apalagi yang udah sumpek dengan layar biru (sebut saja SAP), yakin deh gak akan mengecewakan.
Pict by Egha
Kota Berastagi
Pict by Egha
Memasuki kota Berastagi, para wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung yang merupakan gunung berapi aktif yang sering dijadikan objek pendakian. Dari hasil obrolan dengan bapak driver yang mengantar kami selama trip, Berastagi juga terkenal sebagai penghasil bunga, buah dan sayur mayur. Ditandai dengan festival buah dan bunga yang sedang berlangsung saat saya dan teman-teman berkunjung ke Berastagi saat itu.

Oiya mungkin ada beberapa yang bingung tulisan yang benar Berastagi atau Brastagi. Tak perlu risau, saya pun merasakan hal yang sama hingga salah satu anggota trip menanyakan ke warga sekitar. Jadi tulisannya memang Berastagi tapi pelafalannya Brastagi. Ohhhhhhhhhhhhhhh....
Penampakan villa dan mobil yang kami gunakan selama trip
Pict by Jemmy
Belalang Tempur Army goes to Berastagi
Pict by Ade
Oke, saya akan mencoba men-list destinasi yang saya sempat kunjungi selama berada di Berastagi

Destinasi pertama, Penatapan
Ada pepatah mengatakan “mulailah hari dengan senyuman” tapi saran saya jangan, tapi “mulailah hari dengan sarapan” *dagelan krik krik*. Sarapan di Penatapan jadi pilhan tepat, walaupun dengan menu sederhana seperti mie instan, kopi jahe, teh hangat, dan jagung bakar tapi pemandangan alamnya jadi pelengkap. Kenyang di perut, kenyang di mata. Cihuy kan
Manjakan perut, manjakan mata. Anjaaaaaay
Pict by Egha
Destinasi kedua, Taman Alam Lumbini
Setelah bersantap pagi perjalanan dimulai dengan kunjungan ke salah satu tempat wisata yang akan memberikan sensasi seperti tidak sedang di Indonesia. “Indonesia rasa Thailand” ya itulah sebaris kalimat yang terlintas dibenak saya saat pertama memasukin kawasan wisata satu ini. Terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo terdapat bangunan kokoh berbentuk pagoda emas yang merupakan replika pagoda Shwedagon yang ada di Burma, Myanmar. Pagoda ini juga merupakan pagoda tertinggi di Indonesia, bahkan tertinggi kedua di dunia. Warga Sumatera Utara patut berbangga akan hal ini.
What an amazing structure!!
Pict by Egha & Jemmy
Pict by Aci
Hal lain yang membuat saya terkesan yaitu tidak dipungutnya biaya untuk memasuki kawasan Taman Alam Lumbini, cukup dengan mengisi buku tamu dan tidak membawa makanan dan minuman ke area wisata. Pagoda emas juga digunakan umat Buddha untuk beribadah, oleh karena itu kita harus tetap menjaga ketertiban dan sopan santun selama berada di area ini *intinya dimana pun tetap harus jaga sopan santun sih*. Pada saat masuk ke dalam pagoda diperbolehkan untuk mengambil foto tapi tidak menggunakan flash, yang menggunakan kacamata hitam pun harus dilepas, bahkan pengunjung yang menggunakan celana atau rok pendek diberikan kain namanya “kain kesopanan” untuk dililitkan untuk menutupi seluruh kaki.
Pict by Aci
Patung-patung Budha didalam pagoda emas
Pict by Egha
Puas berfoto berlatar pagoda emas, cobalah untuk melipir ke taman disekitar pagoda emas. Kalian akan mendapati taman dengan berbagai macam tanaman dan pohon yang tertata rapi, serta patung-patung bikhu dan patung-patung sepasang wanita dan laki-laki yang mengenakan baju adat khas Sumatera Utara. Para ciwi-ciwi yang takut item kak perlu kahawatir karena selama berkeliling disekitar taman, kita akan terlindungi dari sinar matahari yang terik oleh pepohonan. Jadi sepulang dari sini gak akan item-item banget kok :D
Patung lucu ini minta dibawa pulang banget
Pict by Egha
Pict by Egha
Suasana sekitar taman, tentram, rindang, damai. TInggal muter lagu Raisa, dan baper X_X
Pict by Jemmy
Patung-patung Budha disekitar taman
Pict by Egha
Cieee mojok ciee
Pict by Egha
Destinasi Ketiga, Bukit Gundaling
Ingin menikmati keindahan gunung Sibayak dan Gunung Sinabung dari kejauhan maka berkunjunglah ke Bukit Gundaling. Tempat wisata ini berada dipinggiran kota Berastagi dan berjarak sekitar 60km dari kota Medan, dapat menjadi pilihan tempat wisata untuk bersantai bersama keluarga ataupun sahabat.
Tenda-tenda untuk bersantai
Pict by Egha
Beberapa fasilitas yang ditawarkan bagi pengunjung diantaranya, ada semacam tenda-tenda untuk para pengunjung yang memilih untuk bersantai sambil gegoleran, mau boci alias bobo ciang juga bisa tuh. Atau yang mau mengelilingi daerah sekitar Bukit Gundaling tapi gak mau lelah berjalan bisa menyewa kendaraan tradisional sejenis dokar, atau langsung menunggangi kuda juga bisa. Bagi muda mudi yang mau mendapat foto yang instagram-able juga bisa. Tinggal pose-pose cantik dipinggir bukit, spot foto berlatar Gunung Sinabung yang menjadi incaran para pengunjung.
Pict by Egha
Pict by Jemmy
Terlihat Gunung Sinabung dari Bukit Gundaling
Pict by Egha
Disekitar Bukit Gundaling juga banyak terdapat tempat makan yang menawarkan makanan plus view alamnya yang tak hanya perut tapi mata juga ikut kenyang. Gak cukup sampai disitu, mau pulang tanpa tangan kosong, disepanjang jalan ada banyak toko-toko yang menjual cinderamata khas berastagi. Baju-baju yang bertuliskan Berastagi atau aksesoris dan gantungan kunci.

Perjalanan belum selesai, masih ada destinasi-destinasi lain yang gak kalah menariknya. Monggo lanjut ke part 2



Read More
Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Megawati Sriayu Lestari
View my complete profile
pengen kurus tapi doyan makan
pengen putih tapi hobi travelling
But I call this challenge :)))))

Followers

Instagram

EGHA_LESTARI

Popular Posts