BINTANG ada, BINTANG hadir, BINTANG mendengarkan

Saturday, June 9, 2018

PULAU BELITUNG, BUMI LASKAR PELANGI YANG FENOMENAL PART I

Tak pernah meniatkan untuk liburan selama puasa  ini, tapi karena ada ajakan yang leh uga, yoweslah berangkat.

Dahsyatnya trip dadakan tanpa perencanaan. Sebenarnya bukan tanpa perencanaan juga, tapi waktu untuk mempersiapkan dari itinerary, tiket pesawat, penginapan, dan transportasi kurang dari seminggu.

Ajakan datang di hari Kamis, Minggunya kita kuy.

Padahal sebelum-sebelumnya saya sudah beberapa kali berencana ke Belitung. Sudah hunting tiket, buat itinerary kasar, dan menebar ajakan ke teman-teman dan selalu saja berakhir dengan N.A.T.O (No Action Talk Only). Eh yang dadakan malah terealisasi, Yup “The Power Of DADAKAN”

Kamis, ajakan itu datang dari teman saya sebut saja Arif yang lagi nyari teman liburan ke Belitung. Kenapa Belitung? Katanya sih lagi nyari materi video lomba edisi Ramadhan. Tapi kok nyarinya di Belitung. Penasaran?? Yuk cek disini
Jumat, beli tiket sembari hunting tempat-tempat yang bakal kita kunjungi di Belitung.
Sabtu, nyiapin ina inu perintilan yang mungkin bakal dibutuhin di Belitung.
Minggu pagi, KUY.

Gak perlu butuh waktu lama buat persiapan dan perencanaan.
Macem hubungan, gak perlu pacaran lama-lama kalau emang udah siap *Gha sehat?????*
Belitung, salah satu destinasi Indonesia wajib kunjung minimal sekali seumur hidup. Alasannya? Silahkan bapak ibu buka foto-foto destinasi liburan di Belitung kalau gak gatel langsung pengen terbang ke Pulau ini. Dan dijamin feed Instagram bapak ibu akan jadi cerah dan berwarna selepas dari pulau ini.

Pulau ini memang ramai menjadi incaran bagi wisatawan baik Domestik maupun International dan menjadi semakin ramai setelah film Laskar Pelangi, yang merupakan film adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata meledak di pasaran. Film yang menceritakan tentang kehidupan masa kecil 10 anak dari keluarga miskin salah satunya adalah sang penulis yang bersekolah di SD Muhammadiyah di Belitung.

Nah review tentang Sekolah Laskar Pelangi nanti di part II, hari pertama kita ceplak cepluk main air dulu.

#HARI PERTAMA

Dari saat kita sampai di Bandar Udara International H.A.S Hanandjoeddin sampai Pantai Tanjung Kelayang, tempat kita akan menyebrang ke beberapa pulau, hujan tak juga berhenti mengguyur pulau ini. Sembari menunggu hujan lumayan reda, saya pun bersiap-siap mengganti kostum siap nyemplung.
Bandara HAS Hanandjoeddin - Pantai Tj Kelayang
Ada Begitu Banyak Destinasi Pantai di Belitung. Tapi Yang Saya Kunjungi Lokasinya Berada di Belitung Barat. Dan Memang Disitu Spot Mainstreamnya
Berikut review pantai-pantai yang saya kunjungi:

PANTAI TANJUNG KELAYANG

Spot mainstream pertama, Pantai Tanjung Kelayang
Dari pantai ini lah nantinya kita akan menyebrang menuju ke beberapa pulau. Terlihat begitu banyak batu granit raksasa sepanjang mata memandang. Pantai-pantai di Belitung memang sangat terkenal dengan batu-batu granit segede gaban. Dari hasil tanya jawab dengan penduduk sekitar, bahkan tidak ada penjelasan pasti juga darimana semua batu-batu ini berasal.
Hujan mulai lumayan reda, menyisakan gerimis syahdu dan awan mendung. Kurang lebih sekitar 10-15 menit kami tiba di spot Batu Burung Garuda. Disebut demikian karena tampilan batu yang memang mirip dengan kepala burung garuda. Lokasinya masih berada di lepas Pantai Tanjung Kelayang. Tentu saja spot ini jadi incaran para wisatawan saat berkunjung ke Belitung.
Duh… dikasi spot seperti udah hepi banget rasanya. Bahagia saya receh ya netijen

Lanjut…. Kuy!!

PULAU PASIR

Saat akan menuju ke Pulau Lengkuas, kami melewati Pulau Pasir. Yang sejatinya pulau ini hanya akan muncul saat air laut surut dan membentuk seperti pulau yang luasnya mungkin hanya sekitar setengah dari lapangan bola. Sementara saat air laut pasang, daratan ini akan tenggelam.
Namun walaupun demikian keindahannya cukup bisa bikin saya senyum-senyum sendiri.

PULAU LENGKUAS

Nah ini dia pulau yang sering menjadi ikon di foto-foto travel guide
Mercusuar yang menjulang tinggi di tengah pulau ini menjadi khas dari Pulau Lengkuas. Namun sayangnya sekarang sudah tidak diperbolehkan lagi untuk naik ke atas mercusuar. Karena kondisi tangga yang sudah rapuh dan bisa membahayakan wisatawan saat menaikinya. Padahal pemandangan dari atas mercusuar beuuuuhh,,, bikin gak bisa mingkem (denger dari cerita teman yang sudah pernah naik mercusuar sih)
Tapi bentar dulu, Namanya kok Lengkuas. Memang ada kebun Lengkuas di pulau ini. Atau mungkin Lengkuas semacam bahasa daerah sini yang punya arti lain atau apalah itu. Dan jawabannya, entahlah. Hasil bincang-bincang dengan warga lokal juga tidak menjawab rasa penasaran saya. Yaudahlah ya, biarkan tetap menjadi rahasia yang hanya Tuhan dan Lengkuas yang tau.
Salah Satu Tantangan Saat Trip Bulan Puasa
Oiya waktu yang ditempuh untuk sampai di Pulau Lengkuas sekitar 30 menit.

SPOT SNORKELING

Sebelum lanjut ke pulau selanjutnya alangkah baiknya kalau kita berbasah-basah dahulu. Liat air jernih dengan ikan-ikannya bikin ogut gak mikir lama-lama buat nyebur. Tapi karena berhubung lagi puasa jadi cuman ngambang-ngambang cantik. Lelah kalau mau main sampai ke dasar-dasar.
Hujan sudah benar-benar berhenti, awan mendung sedikit demi sedikit berganti dengan awan cerah bak lukisan.
Selama perjalanan dari satu pulau ke pulau yang lain, saya hanya duduk termenung menikmati keindahan batu-batu granit raksasa tersebar acak yang tengah tersaji di depan mata.

Hanya Allah yang punya kuasa untuk melukis keindahan seperti ini.

PULAU KELAYANG (BATU BERLAYAR)
Berbeda dengan pantai atau pulau sebelumnya, kali ini kami disuguhkan dengan gua yang terbentuk dari susunan batu granit raksasa yang eksotik. Dari pinggir pantai berjalan sebentar memasuki hutan dan tibalah kita di gua dan telaga yang disebut dengan Telaga Bidadari. Selepas berfoto (fotonya pakai antri), insta story, berendam bentar dan kami memutuskan untuk pulang.
Pertapaan Pencarian Jodoh :p
Plis kalau ke Belitung jangan lewatkan spot di pulau kelayang ini. Bakal nyesel
Dan Hanya Allah Yang Bisa Menciptakan Tatanan Keindahan Seperti Ini
Plisss.. Fokusnya Ke Foto Kami Bertiga Yak
Namun perjalanan hari ini belum selesai. Masih ada satu spot penting yang akan kami kunjungi setelah berganti baju bersih.

Untuk menuju ke Pantai Tanjung Tinggi perlu berkendara tapi tidak lama, hanya sekitar 10 menit dari Pantai Tanjung Kelayang.
Pantai Tanjung Kelayang - Pantai Tanjung Tinggi

PANTAI TANJUNG TINGGI

Semenjak dijadikan sebagai salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi, banyak yang menyebut Pantai Tanjung Tinggi sebagai Pantai Laskar Pelangi. Pantai ini memang menjadi lebih tenar setelah film Laskar Pelangi. Pantai ini tidak terlalu jauh dari Pantai Kelayang. Berjarak sekitar 34Km  dari homestay yang kami sewa (homestay kami berada di Tanjung Pandan), dan menjadi objek wisata yang wajib mampir kalau ke Belitung.
Kalian Bisa Foto Ala2 Siluet Macem Gini
Atau Naik2 Batu Kayak Gini. Asal Tetap Hati-Hati
Entah ada berapa banyak batu granit raksasa di Pantai ini. Ratusan? Ribuan? Daripada ngitung mending menikmati pemandangan.
Dikasi Kayak Ginian, Mingkem udah
Selepas melepas kerinduan pada pantai kami pulang untuk berbuka puasa dan malamnya nongkrong asyik *ceileeeeeh* di salah satu kedai kopi di Belitung.
Ini Kondisi Toilet dan Tempat Makan di Pantai Tanjung Tinggi
Kayaknya semua spot di Pulau ini tak ada yang boleh terlewatkan deh.. hahahahahahaaaa..

#HARI KEDUA lanjut di part 2 yang guys.. --> Yuk mari

2 comments:

  1. Pengen banget deh ngetrip bareng kaka😄😄😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntr ngetrip ke Halmahera sekalian ngegrebekin si baba

      Delete

Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Megawati Sriayu Lestari
View my complete profile
pengen kurus tapi doyan makan
pengen putih tapi hobi travelling
But I call this challenge :)))))

Followers

Instagram

EGHA_LESTARI

Popular Posts